Rabu, 31 Januari 2018

Teruntuk MANTAN

Tak sadarkah dirimu,
Ketika ombak pantai bergemuruh,
Seakan bersorak saat kau telpon kembali nomer ku.
Tak sadarkah dirimu,
Ketika daun kelapa itu melengkung bagaikan pancing yang sedang di sambar ikan besar (kamu).
Di situlah si tukang baso selalu menabuh mangkok cap ayam jago,
Seakan memanggil aku tuk mengangkat telponmu.
Dan aku memperhatikan tukang tahu bulat yang memutar rekaman "tahu bulat di goreng dadakan 500-an, haranet keneh"
Bagiku bukan tahu bulat tapi "kata putus di bilang dadakan sekarang minta balikan" kan agak ngiris...
Saat itu aku terdiam dan tiba-tiba aku seperti kembali ke 150thun yang lalu membayangkan nikmatnya hidup,waktu belum mngenal apa itu cinta,bahkan akupun belum tau dunia ini😀ya begitulah seharusnya tapi apa daya kemarin kamu bru aja putusin aku karena hal sepele "melihat aku ngabisin parasmanan di kondangan temenmu"lalu kamu putusin aku gtu aja.. Kan sayang banget itu catring mumpung gratis gak perlu bayar jadi mkan sepuasnya.. Ya meskipun aku bukan orang punya, tapi aku tau koq  rezeki itu jangan di tolak,apalagi di buang sayang😂😂.
Setelah kamu putusin aku,hatiku tidak karuan,kalau kata jaman sekarangmah"galau"pandangan ku gelap dan kerjaanku nongkrong dpan rumah sambil ngitung beras se karung,pokonya terlalu galau.
Aku berdo'a pada tuhan kapan kamu sadar dan nelpon minta balikan sama aku, meski mungkin itu tak mungkin tapi memanglah benar strategi cerdas selalu usaha dan do'a (bukan bakar menyan)😂😂akhirnya berbuah hasil kamu telpon aku malam ini,dan buktiin bahwa strategi balap bekicot itu berhasil.
Ketika aku angkat tlpon darimu kamu bicara, ingin balikan lagi dan minta maaf karna udah putusin aku.aku santai menjawab coba tanyakan pada bang roma apakah masih pantas engkau untukku?dan seperti anak jaman  now aku melanjutkan bicara"selamat tinggal mantan dan terimakasih" . 😂😂

Senin, 29 Januari 2018

Untukmu robbi

Gemercik tetesan air hujan turun lagi,
Seakan mengetuk Hati paling dalam,
Tersadar dalam diri,
Masih ada iman yg ku genggam,

Gemuruh angin beserta hujan,
Mnggetarkan hati dan jiwa
Teruslah ku bertanya?
Kapan aku bisa menikmati surga..

Sempurna ciptaanmu....
Besar makna yg kau tanam,
Di seluruh nyata kehidupan..

Lalu kenapa kau biarkan...
Mereka merusak...
Menghancurkan....
Apa yg telah kau ciptakan..
Di seantero muka bumi..

Ku selalu rindu pada kasih sayangmu.
Pada cintamu...
Pada bimbinganmu...

Aku terlalu munafik,
Untuk hidup d dunia ini...
Selalu bimbinglah aku..
Di jalan menuju surgamu..

Minggu, 28 Januari 2018

(LDR) pesan untukmu

Setangkai bunga mawar tak berarti
Se tinggi apapun gunung yang ku daki
Seluas apapun samudra ku arungi
Tak akan pernah berarti
Bila kau tak di sini

Menembus deretan dinding pemisah
Melayang melewati batas-batas waktu
Lama ku di sini menantimu
Menunggu hadirmu
Untuk temaniku

Hari dimana kita bersama
Terasa cepat terlewat
Inginku menuntut
Kenapa waktu cepat berlalu

Saat rindu mengikat hati
Saat dimana cinta menguasai
Saat semua berlalu menjadi cerita
Ingin ku ulang lagi waktu bersama

Memeluk erat bayangmu
Ku dekap mu dalam mimpi

Malam larut senantiasa menemani
Kan ku jaga hati ini
Untukmu yg ku nanti

Coretan kelam yang manis

  Awalnya agak canggung untuk ambil keputusan,antara diam d zona nyaman atau melangkah tuk pindah dari zona nyaman menuju impian yang telah lama terpendam.

  Satu waktu itu aku berfikir, bagaimana aku bisa meraih semua impian itu,kalau aku sendiri tak pernah berani untuk keluar dari situasi seperti ini. Ya, mungkin terasa sulit keraguan,ketakutan dan rasa tak percaya diri menghantui pikiranku, takut bila nanti akan terulang lagi seperti saat ini. Dari situ aku terdiam untuk berfikir secara matang dan memperhitungkan situasi dan kondisi, sebab dan akibat.
  Dari situ aku putuskan setelah banyak melewati berbagai macam perhitungan, akhirnya aku pindah dari zona yg begitu nyaman tapi tak kunjung membuahkan hasil, kebebasan bahkan kesenangan berubah derastis dari yg tdak pernah di tekan jadi selalu di tekan, dari yang bebas jadi di batasi.
  Tapi dari situlah awal dari semuanya, berusaha kuat menghadapi semua itu karna aku sadar aku seorang laki-laki yg harus tanggung jawab atas semua yg telah aku pilih, mungkin aku lama kelamaan akan mulai terbiasa dengan kondisi ku saat ini, satu persatu keinginanku tercapai, hidup bersama keluarga yg ku cintai dan bersama membangun kehidupan yg harmonis yang yelah lama hilang.

  Dan saya sekarang sadar betapa luasnya dunia ini dan betapa indahnya hidup d sekeliling orang yg kita sayang.

"Semoga bisa memetik pesan yang saya
Sampaikan lewat catatan pendosa ini"